KESUKSESAN DUNIA USAHA DONALD TRUMP By; Jessica Febrina Silitonga
KESUKSESAN
DUNIA USAHA DONALD TRUMP
By: Jessica
Febrina Silitonga
Mahasiswi
Kehutanan USU
Dunia ini berisi orang-orang hebat, salah satunya adalah
Donald Trump. Donald John
Trump lahir tanggal
14 Juni 1946 di Jamaica, Queens, salah
satu permukiman di New York City. Ia merupakan anak keempat dari lima
bersaudara. Tiga saudaranya masih hidup: Maryanne, Elizabeth, dan Robert. Kakak
Trump, Fred Jr., meninggal dunia pada tahun 1981 akibat alkoholisme.
Atas alasan inilah, Donald tidak pernah meminum minuman beralkohol atau
merokok. Donald Trump adalah
seorang pebisnis,
tokoh televisi realita,
politikus, dan Presiden Amerika Serikat ke-45.
Trump memiliki keturunan Jerman dari
pihak ayahnya dan Skotlandia dari pihak ibunya. Keempat kakek-neneknya
lahir di Eropa.
Ayahnya, Fred Trump (1905–1999), lahir di Queens dari
orang tua yang berasal dari Kallstadt, Jerman, dan
menjadi salah satu pengembang properti terbesar di New York
City. Ibunya, Mary Trump (1912–2000),
lahir di Tong, Lewis,
Skotlandia. Fred dan Mary bertemu di New York dan menikah pada tahun 1936,
lalu membangun rumah tangga di Queens. Pamannya, John G. Trump,
seorang dosen di Institut Teknologi Massachusetts dari
tahun 1936 sampai 1973, terlibat dalam penelitian radar pihak Sekutu pada Perang Dunia Kedua dan membantu merancang
mesin sinar-X yang memperpanjang usia penderita kanker. Pada tahun 1943, Federal Bureau of Investigation meminta
John Trump mempelajari penelitian dan alat-alat Nikola Tesla setelah
Tesla meninggal di kamarnya di New Yorker Hotel. Kakek
Donald Turmp adalah Frederick Trump, pengusaha restoran dan asrama
di sekitar Seattle dan Klondike,
Kanada.
Pada tahun 1968, ia meraih gelar sarjana dari jurusan
ekonomi Wharton School di Universitas Pennsylvania. Dan sejak tahun 1971, ia mengambil alih kendali perusahaan properti
dan konstruksi milik ayahnya, Fred Trump. Donald Trump sukses membangun kerajaan bisnisnya yang
bernama TRUMP, beberapa diantaranya adalah: Trump Financial (perusahaan KPR),
Trump Sales and Leasing (perusahaan penjualan rumah), The Trump Entrepreneur
Initiative (perusahaan edukasi mengenai entrepreneur), Trump Restaurants,
GoTrump (website perjalana online), Donald J. Trump Signature Collection
(pakaian pria, aksesosris pria, and jam tangan), Donald Trump The Fragrance
Trump Ice bottled water, Trump Magazine, Trump Golf, Trump Chocolate,
Trump home Trump Productions (produksi televisi), Trump Institute, Trump The
Game (Pembuatan papan permainan), Donald Trump’s Real Estate Tycoon (permainan
simulasi bisnis), Trump Books, Trump Model Management, Trump Shuttle, Trump
Ice, Trump Mortgage, Trump Vodka, and Trump Steaks.
Ia memimpin The Trump Organization, perusahaan
induk utama untuk semua usaha properti dan kepentingan bisnis
lain miliknya. Sepanjang karier
bisnisnya, Trump telah membangun gedung perkantoran, hotel, kasino,
lapangan golf, dan fasilitas
bermerek lainnya di seluruh dunia. Ia juga merupakan pembawa acara dan produser The
Apprentice, seri televisi realita di NBC, pada tahun 2004
sampai 2015. Hingga 2017, ia terdaftar di Forbes sebagai
orang terkaya ke-324 di dunia dan ke-113 di Amerika Serikat dengan kekayaan
bersih $3,1 miliar. Ia terpilih sebagai presiden Amerika Serikat ke-45 pada pilpres 2016 dari Partai Republik; ia
mengalahkan calon dari Partai Demokrat, Hillary
Clinton. Ia dilantik pada tanggal 20 Januari
2017.
Kendali perusahaan diserahkan kepada
Trump pada tahun 1971. Trump mengganti nama perusahaan menjadi The Trump
Organization Ia diangkat sebagai presiden organisasi pada tahun 1973. Pada
tahun yang sama, ia dan ayahnya menarik
perhatian luas setelah Departemen
Kehakiman menuduh mereka mendiskriminasi orang-orang kulit
hitam yang ingin menyewa apartemen dan tidak melakukan pemeriksaan latar
ekonomi seperti yang dijanjikan sebelumnya. Dalam sebuah perjanjian tertulis,
Trump mengaku tidak melakukan perbuatan curang dan calon penyewa minoritas yang
layak akan diwakili oleh Urban League.[36][37]
Proyek pertama Trump di Manhattan
adalah renovasi Grand Hyatt Hotel pada
tahun 1978 di sebelah Grand Central Terminal setelah
sebelumnya ditempati Commodore Hotel. Sebagian besar renovasi ini didanai oleh
pinjaman sebesar $70 juta yang dijamin oleh Fred Trump dan jaringan hotel
Hyatt. Salah satu proyek pertamanya adalah merenovasi komplek apartemen Swifton
Village di Cincinnati, Ohio. Trump mengubah komplek apartemen 1200 unit dan menaikkan
tarif 66% menjadi 100%. Ketika menjual kembali Swifton Village seharga US$ 12
juta, Trump Organization meraup keuntungan sebesar US$ 6 juta.
Pada tahun 1970an, Trump mendapat
keuntungan dari Pemerintah kota New York atas pembayaran pajak sebagai ganti
krisis keuangan yang dihadapi Hotel Commodore. Trump
juga sukses mengembangkan bidang properti untuk Javits Convention Center.
Berkembangnya Javits Convention Center membuat Trump berurusan dengan
pemerintah kota New York. Salah satu proyeknya yang bernilai US$ 110 juta
ternyata membuat New York membayar antara US$ 750 juta hingga US$ 1 miliar.
Trump menawarkan untuk mengganti rugi proyek itu tetapi tawarannya ditolak.
Pada tahun 1990, sebagai dampak dari
resesi, Trump kesulitan membayar utangnya. Ia dihadapkan pada masalah pembayar
pinjaman atas kasino ketiganya yaitu Taj Mahal yang setara dengan 1 miliar dollar dengan bunga sangat
tinggi. Meski ia harus mempertahankan bisnisnya dengan tambahan pinjaman dan
menunda pembayaran bunga pinjaman, pada tahun 1991 melonjaknya
hutang membuat bisnisnya mengalami kemunduran yang besar. Bank-bank telah
kehilangan ratusan juta dolar.
Pada tanggal 2 November 1992, Trump Plaza Hotel terpaksa
merencanakan paket perlindungan dari kebangkrutan setelah tidak mampu membayar
tunggakan pinjaman. Dalam rencananya, Trump bersedia untuk memberikan 49 persen
saham dari Hotel mewah tersebut. Kepada Citibank dan
5 penyandang dana lainnya. Namun sebaliknya, Trump menerima keadaan yang lebih
baik yaitu menjabat posisi sebagai Chief Executive, meski tanpa bayaran.
Pada tahun 1994, Trump kehilangan 900
juta dolar dari rekening pribadinya dan kerugian drastis pada sektor bisnis
sebesar 3,5 miliar dolar. Ketika ia dipaksa untuk meninggalkan Trump Shuttle, ia diharuskan untuk
mengurus Trump Tower di New York City dan
mengontrol 3 buah kasino di Atlantic City.
Lalu Chase Manhattan Bank yang telah
meminjamkan uang kepada Trump untuk membeli West Side Yards, yang merupakan parsel Manhattan terbesarnya,
terpaksa harus dijual kepada pengembang-pengembang di Asia.
Keadaan yang serupa terjadi ketika New
York berusaha untuk merenovasi Wollman Rink di Central Park.
Sebuah proyek pada tahun 1980 yang ditagetkan selesai dalam 2,5 tahun, tetapi
hingga tahun 1986 dan US$ 12 juta telah dikeluarkan proyek belum selesai. Trump
menawarkan untuk menangani proyek itu dan ia menyelesaikannya dalam waktu 6
bulan dengan dana hanya US$ 2,750,000. Menariknya, selama awal tahun 1980an,
Trump mengambil alih usaha jasa Roy Cohn, kepala Senat Komite Permanen pada
Penyelidikan ( Senate Permanent Subcommittee on Investigations).
8 Cara Menjadi Pengusaha Sukses Ala Donald Trump
Sebagai
presiden, Donald Trump bisa jadi bukan favorit semua orang. Tapi
keberhasilannya sebagai pengusaha sukses telah menginspirasi banyak orang.
Sebelum jadi presiden dan bikin banyak keputusan kontroversial, memang Donald
Trump adalah pengusaha yang sukses. Banyak orang yang ingin tahu cara menjadi
pengusaha sukses seperti dirinya.
Untungnya
Donald Trump tidak pelit-pelit dalam membagi dan menceritakan rahasia
suksesnya. Belasan buku sudah ia tulis tentang cara menjadi pengusaha sukses.
Buku pertamanya terbit pada 1987, berjudul The Art of The Deal.
Dari kisah
Trump, kita bisa belajar cara menjadi pengusaha sukses. Berikut ini tip dari
Trump seperti dirangkum dari Independent.
1. Bisnis adalah Seni
Trump pernah mengatakan dia
menjalankan bisnis bukan semata mencari duit. Bagi dia, bisnis adalah
perwujudan seni.
“Orang lain membuat lukisan yang
indah di kanvas atau menulis puisi yang hebat. Saya suka membuat transaksi,
terlebih yang bernilai besar. Dari situlah saya mendapat semangat.”
Seni merupakan hal yang membutuhkan
kerja keras, dedikasi, tapi juga menyenangkan. Mungkin karena itulah usaha
dibilang harus diperlakukan layaknya seni agar bisa mendulang sukses, ada
tekanan namun tetap harus dinikmati.
2. Memberi target tinggi
Target dalam bisnis semestinya bukan
sekadar target, melainkan harus dipatok tinggi-tinggi. Seperti kata Trump,
“Saya pasang target tinggi dan terus mendorong dan mendorong untuk
mendapatkannya.”
Menurut dia, orang yang tidak mau
memberi target tinggi adalah orang yang takut akan kesuksesan. Mereka takut
membuat keputusan, dan takut meraih kemenangan.
3. Santai
Trump tampak seperti orang yang
santai meski selalu mengenakan jas rapi. Sebab, memang demikianlah cara
kerjanya. “Saya tak membawa koper, berusaha menghindari rapat terlalu banyak,
dan selalu membuka pintu buat siapa pun. Kita tak akan bisa mengembangkan
imajinasi atau sifat pebisnis kalau terlalu banyak struktur dalam keseharian.”
Trump berpikir bahwa rutinitas dalam
usaha tidak selalu berujung positif buat upaya menjadi pengusaha sukses. Justru
sikap santai lebih pas untuk seorang pengusaha yang ingin sukses.
4. Efektif dan Efesien
Jangan bayangkan Trump adalah
pengusaha yang suka rapat berlama-lama. Sebaliknya, dia lebih suka ikut rapat
yang singkat, tidak lebih dari 15 menit. Bahkan sebagian besar pertemuan
dilakukan dalam pembicaraan via telepon.
“Saya biasa berbicara lewat telepon
lebih dari 50 kali dalam sehari, bahkan sampai 100 kali. Di sela-sela itu, saya
ikut rapat yang berlangsung kurang dari 15 menit.” Semuanya itu demi
efektivitas dan efisiensi waktu kerja.
5. Harus siap kalah
Kata orang, bisnis itu seperti
berjudi. Donald Trump tidak sepakat dengan pendapat itu. Tapi dia tahu,
pengusaha bisa kalah dan bisa menang dalam persaingan bisnis. Dan, lebih dari
itu, pengusaha harus siap kalah, tapi juga harus siap bangkit kembali.
“Saya selalu mengantisipasi hal
terburuk dalam bisnis. Jika kamu bisa mengatasinya, kebaikan akan datang dengan
sendirinya,” begitu ujar Trump.
6. Lawan
Sebagai pengusaha, apalagi pengusaha
sukses, jelas banyak lawan, dari pesaing sampai anak buah sendiri. Secara umum,
persaingan memang harus dilakukan dengan cara positif. Namun ada kalanya
konfrontasi diperlukan untuk mengumandangkan kejayaan.
“Saat mereka memperlakukan saya
dengan buruk, atau memanfaatkan saya, saya umumnya akan melawan balik dengan
sangat keras.” Artinya, tidak boleh lemah kalau mau menjadi pengusaha sukses.
Harus tahan banting dan siap mental.
7. Mendapat/menarik perhatian
Pengusaha tidak akan bisa sukses
kalau tidak menarik perhatian. Salah satu caranya adalah membuat produk yang
berkualitas dan berguna buat publik. Peran media massa penting dalam hal ini,
sehingga harus menjalin relasi yang baik dengan pers.
“Kamu bisa saja bikin produk paling
keren di dunia. Tapi kalau orang tidak tahu, apa gunanya? Kamu harus bisa
menarik perhatian, salah satunya lewat pers. Makin sensasional, makin bagus.”
8. Bersenang-senang
Trump tidak mau larut dalam
kekhawatiran akan masa depan bisnisnya. Justru dia lebih suka menikmati
saat-saat sekarang dengan banyak bersenang-senang agar pikiran positif dan bisa
menemukan ide baru.
“Kalau tidak bisa bersenang-senang,
buat apa? Hidup ini rapuh. Makin sukses, makin rapuh. Tak perlu terlalu serius
dalam bisnis sampai-sampai lupa bersuka-ria.”
Kekayaan yang mencapai triliunan
rupiah menjadi bukti bahwa Trump adalah pengusaha sukses.
Berikut
kutipan inspiratif dari Donald J. Trump :
·
Jangan melakukan hal yang tidak Anda
sukai hanya demi uang. [Donald J. Trump]
·
Bergembiralah melakukan pekerjaan
yang hebat. [Donald J. Trump]
·
Berfokus pada solusi, bukan
masalahnya. [Donald J. Trump]
·
Bermimpi besarlah karena apa yang
Anda impikan adalah apa yang akan Anda lakukan.
·
Ambil tindakan setiap hari dan
berfokus untuk jangka panjang. [Donald J. Trump]
·
Maafkan orang baik tapi jangan
pernah maafkan orang jahat. [Donald J. Trump]
·
Orang yang mampu berfokus paling
lama akan menang. [Donald J. Trump]
·
Kecemasan akan merusak fokus.
[Donald J. Trump]
·
Hindari orang-orang negatif dalam
bisnis dan kehidupan. [Donald J. Trump]
·
Jaga hubungan baik dan berikan
semangat pada orang lain. [Donald J. Trump]
·
Ingat bahwa sukses itu tidak pernah mudah.
[Donald J. Trump]
Kesimpulan
Donald
Trump adalah sosok pengusaha yang telah banyak mengalami pengalaman yang
banyak. Banyak masalah yang membuatnya jatuh bangun dalam menjalankan usahanya,
tetapi dia tidak menyerah begitu saja. Dari sosok Donald Trump kita dapat
mendapat banyak pelajaran dalam meniti usaha dan menjadi sukses. seperti
kutipannya, "Ingatlah bahwa sukses itu tidak pernah mudah".
Saran
Sebaiknya tugas ini dapat bermanfaat bagi banyak orang.
Sebaiknya tugas ini dapat bermanfaat bagi banyak orang.
Komentar
Posting Komentar